Hapsari, B. W., Martin, A. F., Rantau, D. E., &
Rudiyanto, E. (2015). TM, Analisis Klaster pada Kultur In Vitro Tacca
lentopetaloides Hasil Iradiasi Sinar Gamma. In Seminar Nasional Hasil Penelitian Unggulan Bidang Pangan
Nabati, Bogor (pp. 305-304).
Analisis Klaster Pada Kultur In Vitro Tacca Lentopetaloides Hasil Iradiasi Sinar Gamma
September 04, 2024
0
Tanaman Tacca mempunyai kandungan amilosa dan amilopektin mirip dengan kentang sehingga
dapat dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat untuk diversifikasi pangan atau
sebagai pangan alternatif. T.
leontopetaloides secara spesifik belum
dibudidayakan dan tumbuh terbatas di daerah ini di sekitar pantai, oleh karena
itu pengembangan tanaman ini untuk dibudidayakan baik secara konvensional
maupun dengan kultur jaringan sangat diperlukan. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk menentukan galur kandidat mutan hasil iradiasi sinar Gamma yang
memiliki pertumbuhan terbaik dengan melakukan analisis klaster pada kultur
tunas in vitro Tacca leontopetaloides. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan kandidat tunas
mutan dari Tacca leontopetaloides yang memiliki pertumbuhan terbaik. Tunas kandidat mutan dari berbagai
dosis radiasi sinar gamma (5; 10; 20; 40 dan 50 Gy) disubkultur pada media MS
dan pertumbuhan diamati pada kultur berumur 4 minggu. Variabel tumbuh yang
diamati adalah jumlah tunas, tinggi tunas dan jumlah daun. Analisis klaster
dilakukan dengan metoda ward dan euclidean distance, dilanjutkan analisis
varian dengan metoda Duncan. Dari hasil analisis klaster diperoleh bahwa dari
38 klon kandidat mutan taka terbagi menjadi 3 klaster. Satu klaster terbaik
memiliki perbedaan yang nyata pada semua variabel pertumbuhan yang diamati
dibandingkan dengan klaster lainnya. Klon kultur mutan tacca dengan pertumbuhan
terbaik terdiri dari 8 tanaman yaitu 5 Gy 12.1.1.1; 20 Gy 13.1.3.1; 20 Gy
11.1.1.1; 20 Gy 13.1.3.2; 20 Gy 7.4.1.3; 30 Gy 2.1.1.1; 30 Gy 7.1.2.4; dan 30
Gy 3.1.3.1.